Ikan Lele Dumbo (Ringkasan SNI 01- 6484.5-2002)

Ikan Lele

UMUM

Standar ini menetapkan hal-hal yang meliputi definisi, istilah dan persyaratan produksi serta cara pengukuran dan pemeriksaan untuk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas pembesaran di kolam. Produksi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas pembesaran di kolam adalah suatu  rangkaian  kegiatan pra-produksi, proses produksi dan pemanenan untuk menghasilkan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas pembesaran di kolam.

PERSYARATAN PRODUKSI

1    Pra produksi

  1.  Lokasi kolam : lahan bebas banjir dan bebas pengaruh pencemaran serta sesuai dengan RTRW, tanah dasar stabil, memiliki tekstur lempung (50-60%), pasir lebih kecil dari 20 % dan sisanya bahan organik, keasaman (pH) tanah 3,5 – 8,5, sumber air  tersedia  sepanjang  tahun,  memenuhi  persyaratan  baku  mutu  budidaya  dan sanitasi.
  2. Wadah  :  konstruksi  kolam  tanah  atau  tembok  dengan  pematang  yang  kuat  dan mampu menampung air, luas minimal 100 m², kedalaman air 0,75 m – 1,5 m, kondisi wadah dapat dikeringkan.
  3. Benih : benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar sesuai dengan SNI 01-6484.4-2000.
  4. Bahan : pakan buatan ikan lele sesuai dengan SNI 01-4087-1996, pupuk organik dan atau anorganik, bahan kimia dan obat-obatan: desinfektan.
  5. Peralatan : pengukur kualitas air : pH tester, termometer, DO meter, piring sechi, peralatan perikanan : hapa/waring, ember, cangkul, serok, alat timbang.

2    Proses produksi

1)  Kisaran optimum kualitas air : seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel : Kisaran optimum kualitas air

Parameter Satuan Kisaran optimum
Suhu

°C

25 – 30

Nilai pH

6,5 – 8,5

Oksigen terlarut

Mg/l

>4

Amoniak (NH3)

Mg/l

<0,01

Kecerahan

Cm

– 50

2)  Padat tebar benih : seperti pada tabel di bawah ini

3)  Ukuran benih : seperti pada tabel di bawah ini

4)  Waktu pemeliharaan : seperti pada tabel di bawah ini

5)  Penggunaan bahan : a) pakan : dosis dan frekuensi pemberian, seperti pada tabel di bawah ini; b) obat-obatan dan bahan kimia  : kalium permanganat 1  mg/l-3  mg/l,

formalin dengan dosis 15 ml/ m3– 25 ml/m3, garam dosis 500 mg/l – 1000 mg/l dengan cara perendaman selama 12 jam – 24 jam dan diaerasi; c) pupuk : organik dengan dosis 250 g/m² – 500 g/m², anorganik dengan dosis urea 10/m² – 20 g/m²; TSP 5/m² -10 g/m²; d) kapur tohor : dengan dosis 50 g/m² – 100 g/m².

3    Pemanenan

Proses produksi ikan lele dumbo kelas pembesaran di kolam seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel : Proses produksi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus)

kelas pembesaran di kolam

No Penebaran Pemberian pakan

Waktu

pemeliha raan (hari)

Pemanenan
Kepadatan(ekor/m²)

Ukuran

(cm)

Dosis

(% bobot biomas)

Frekuensi(kali/hari) Sintasa n (%) Bobot(gram)

Panjang

standar

(cm)

1. 25 – 35 5 – 8 4 – 5 2 – 3 21 – 30 70 – 80 8 – 10 10 – 12
2. 10 – 15 10 – 12 3 – 4 2 – 3 60 – 75 80 – 90 100-150 25 – 30

CARA PENGUKURAN DAN PEMERIKSAAN

  1. Umur : dihitung sejak telur menetas
  2. Panjang standar : dengan mengukur jarak antara ujung mulut sampai dengan pangkal ekor  dengan  menggunakan penggaris  atau  jangka  sorong  dan  dinyatakan  dalam satuan centimeter.
  3. Bobot tubuh : dengan menggunakan timbangan dinyatakan dalam gram atau kilogram.
  4. Mengukur suhu : dengan menggunakan termometer yang dinyatakan dalam satuan °C. Pengukuran suhu air dan dasar wadah, pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali yaitu pagi dan sore.
  5. Oksigen terlarut : dengan menggunakan DO meter, pengukuran oksigen air dilakukan dipermukaan air dan dasar wadah, pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali yaitu pagi dan sore.
  6.  pH air : dilakukan dengan menggunakan pH tester.
  7. Kecerahan air : dengan menggunakan piring sechi, yang dimasukan kedalam wadah, ukuran  kecerahan  dengan  mengukur  jarak  antara permukaan  air  dengan  batas piringan yang tampak jelas dalam satuan cm.
  8. Jumlah pakan : dilakukan dengan menghitung bobot rata-rata ikan (minimal dari 30 ekor sample) dikalikan dengan jumlah populasi ikan yang ditebar dikalikan dengan persentase tingkat pemberian pakan yang telah ditetapkan dalam satuan gram atau kilogram.
  9. Jumlah  pupuk  :  dosis  pupuk  per  meter  persegi  dikalikan  dengan  luas  wadah pemeliharaan yang dinyatakan dalam satuan gram atau kilogram.
  10. Jumlah  kapur  :  dosis  kapur  per  meter  persegi  dikalikan  dengan  luas  wadah pemeliharaan yang dinyatakan dalam satuan gram atau kilogram.
  11. Padat tebar benih  : perkalian antara jumlah  benih  yang  ditebar  persatuan  meter persegi dikalikan dengan luas wadah pemeliharaan atau total volume air.
  12. Memeriksa  kesehatan  :  a)  pengambilan  contoh  untuk  pengujian  kesehatan  ikan dilakukan secara acak sebanyak 1 % dari populasi, dengan jumlah minimal 5 ekor baik untuk pengamatan visual maupun mikroskopik; b) pengamatan visual dilakukan untuk  pemeriksaan adanya  gejala  penyakit  dan  kesempurnaan  morfologi  ikan;  c) pengamatan mikroskopik dilakukan untuk pemeriksaan jasad patogen (parasit, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s