Tipe-Tipe Traktor

Klasifikasi traktor yang digunakan terutama dalam bidang pertanian dapat didasarkan kepada:

1. Sistem traksi dan putaran roda, dibagi menurut:

a. Traktor Roda Ban Yaitu:

        • Traktor dengan roda satu
        • Traktor dengan roda dua
        • Traktor dengan roda tiga
        • Traktor dengan roda empat
        • Traktor dengan roda lebih dari empat

 b. Traktor Roda Rantai (Crawler Tractor)

c. Traktor Beroda Kombinasi Roda Ban dan Rantai

2. Penggunaan di lapangan

  • Traktor standar/tujuan umum (general purpose)
  • Traktor serbaguna (all purpose)
  • Traktor untuk kebun buah-buahan (orchads)
  • Traktor untuk industri (industrial)
  • Traktor tangan untuk kebun kecil (garden)

Klasifikasi berdasarkan penggunaan di lapangan yaitu:

Traktor standar/umum (general purpose tractor), mempunyai sifat:

  • Traktor standar dengan desain yang konvensional bisa beroda ban atau rantai.
  • Dibuat untuk pekerjaan umum dan untuk digunakan daya traksinya seperti pengolahan tanah, pengangkutan dan sebagainya.

 Traktor Serbaguna (all purpose tractor), mempunyai sifat:

  • Dibuat untuk melakukan semua pekerjaan dibidang pertanian dengan luasan sedang baik untuk pekerjaan traksi maupun untuk kegiatan stasioner.
  • Digunakan umumnya untuk pekerjaan penanaman, pemupukan dan pemeliharaan tanaman.

   Traktor tersebut mempunyai ciri :

    • Clearence (tinggi dari permukaan tanah) yang besar
    • Dapat diatur jarak roda untuk pekerjaan-pekerjaan dalam barisan tanaman.
    • Dapat berputar dengan tajam
    • Mudah dikemudikan
    • Penggandengan dengan peralatan mudah
    • Memiliki alat tambahan seperti daya pengangkat dan PTO (power take off).

Traktor untuk kebun buah-buahan (orchads), Mempunyai ciri:

  • Tipe roda atau rantai dengan bentuk sedemikian rupa sehingga cocok untuk pekerjaan dibawah pohon buah-buahan.
  • Desain rendah dan memiliki alat pelindung untuk operator.

Traktor untuk industri (industrial tractor), mempunyai sifat:

  • Dibuat untuk berbagai pekerjaan dan industri seperti untuk menarik dan mengangkut beban, menarik kapal terbang dan sebagainya.
  • Memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan traktor lainnya dan alat-alat tambahan untuk transportasi, membongkar dan mengangkut muatan.

Traktor Tangan Untuk Kebun Kecil (garden tractor)

  • Dibagi menurut daya yang tersedia pada motor yaitu yang besar dengan daya sebesar 3,5 kW sampai 9 kW yang dapat dikendarai. Traktor tangan serbaguna dengan daya sebesar 2 kW samapai 3 kW dan traktor tangan kecil dengan daya lebih kecil dari 2 kW.

Klasifikasi traktor pertanian yang digunakan di Indonesia dapat dilakukan berdasarkan daya yang tersedia pada penggerak traktor. Penggolongan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Traktor Kecil dengan daya lebih kecil dari 15 kW, yang terdiri dari:
  • Traktor tangan (2 roda) dengan pembagian:
    1. Kelas A  : daya lebih kecil atau sama dengan 3,5 kW
    2. Kelas B  : daya adalah antara 3,5 kW samapai dengan 5,5 kW
    3. Kelas C  : daya antara 5,5 kW sampai dengan 9,5 kW
  • Traktor mini 4 (roda)

Traktor tangan kelas C ( 5,5 kW < daya ≤ 9,5 kW) dapat diklasifikasikan dalam 4 kategori yaitu:

Kategori I mempunyai spesifikasi:

  • Tingkat kecepatan 3 maju dan 1 mundur
  • Mempunyai poros PTO
  • Perlengkapan alat bajak singkal , alat glebek, garu dan bajak pisau berputar.
  • Mempunyai transmisi roda gigi atau rantai dengan kopling kemudi tipe dog clutch atau jaw clutch dengan kopling utama tipe gesek.

Kategori II

  • Tingkat kecepatan 2 maju dan 1 mundur.
  • Perlengkapan utama bajak singkal, alat glebek dan garu.
  • Perlengkapan tambahan poros PTO, bajak pisau berputar.
  • Mempunyai transmisi roda gigi, kopling utama tipe gesek atau tipe puli tekan.
  • Kopling kemudi tipe dog clutch atau jaw clutch

Kategori III

  • Tingkat kecepatan 1 atau 2 maju
  • Perlengkapan alat bajak singkal, alat glebek, garu
  • Mempunyai transmisi roda gigi dengan kopling kemudi tipe dog clutch atau jaw clutch rantai atau kombinasi roda gigi dan rantai.

Kategori IV

  • Tingkat kecepatan 1 maju.
  • Perlengkapan alat bajak singkal, alat glebek dan garu
  • Mempunyai transmisi rantai tanpa kopling kemudi “dog clutch”

2. Traktor sedang dengan daya 22 kW sampai 34 kW

3. Traktor besar dengan daya lebih besar dari 50 kW

Traktor besar untuk kegiatan budidaya pertanian digolongkan sebagai berikut:

    1. Dengan daya antara 50 kW sampai 60 kW
    2. Dengan daya antara 60 kW sampai 90 kW
    3. Dengan daya lebih besar dari 90 kW

Untuk traktor beroda rantai yang digunakan untuk pembukaan lahan dan penyiapan lahan dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Traktor roda rantai dengan daya lebih kecil dari 60 kW, umumnya digunakan untuk pengolahan tanah.
  • Traktor roda rantai dengan daya antara 90 kW sampai 150 kW, umumnya digunakan untuk pembukaan dan penyiapan lahan keadaan hutan sekunder.
  • Traktor roda rantai dengan daya antara 150 kW sampai 275 kW, umumnya digunakan pada pembukaan hutan primer terganggu.
  • Traktor roda rantai dengan daya lebih besar dari 275kW, umumnya digunakan pada pembukaan hutan belantara (hutan primer) dan proyek-proyek besar.

Referensi:

Frans J. Daywin, Moeljarno, dan R.G. Sitompul: “Motor Bakar Internal dan Tenaga Di Bidang Pertanian”: 1991, IPB Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s