MANAJEMEN PENANAMAN SAWIT

A. Persiapan Lahan

1. Pembukaan Lahan

Pembukaan Lahan adalah pekerjaan membuka lahan dan membersihkannya dari vegetasi yang ada di atasnya dan di siapkan sebagai areal pertanaman kelapa Sawit. Menurut SOP ( Standart operasional pekerjaan ),  menerangkan bahwasanya pembukaan lahan di bagi menurut areal itu sendiri, yang antara lain: areal hutan, areal alang-alang, areal gambut.

Pembukaan lahan dilakukan tanpa pembakaran (zero burning), dengan tujuan udara akan menjadi bersih tanpa terjadi pencemaran yang akan mengganggu kegiatan manusia lainnya. Dengan melakukan pembukaan lahan tanpa pembakaran akan meningkatkan kandungan bahan organik dan anorganik sebagai akibat pembusukan vegetasi secara alami.

2. Desain Blok

  • Dasar pebuatan blok adalah peta desain kebun yang harus disiapkan sebelumnya.
  • Luas blok kebun existing/inti = 16 Ha, kebun plasma 25 Ha atau 50 Ha.
  • Penyusunan desain, nomor seri blok diatas peta dasar sebagai berikut:
    1. Membuat satu titik sebagai titik awal pembuatan garis/jalur blok untuk arah T—B dan U—S.
    2. Dalam penentuan titik awal blok tersebut, tentukan satu titik yang mudah dicari di lapangan (missal: dipersimpangan jalan, muara sungai dll).
    3. Dari titik awal blok dibuat petak-petak sesuai dengan luas blok.
    4. Penyusunan nomor blok dilakukan untuk arah Barat—Timur dibuat nomor berurutan, sedangkan untuk arah Utara—Selatan selang 40.

 3. Pemancangan Patok Induk

  • Setelah diperoleh gambaran peta sesuai dengan nomor blok yang telah disusun, maka ditentukan satu blok di lapangan untuk dipasang patok induk.
  • Patok induk 4 buah arah U—S dan T—B pada setiap sudut blok dengan jarak 400 m.
  • Patok tersebut dibuat dari kayu berdiameter 20 cm, panjang 250 cm, dimasukkan ke dalam tanah 50 cm, di atas permukaan tanah 200 cm.
  • Patok sepanjang 200 cm dibagi menjadi 2 bagian : 150 cm dicat putih dan kepalanya sepanjang 50 cm dicat warna merah. Bagian patok berwarna merah dicantumkan catatan sebagai berikut: Nomor blok, Luas Blok, Jumlah Pohon dengan tulisan putih.

4. Pemasangan Patok Induk

Diameter 12,5 cm, panjang 180 cm. Dibenamkan ke dalam tanah 30 cm dan 150 cm di atas permukaan tanah di cat warna putih 130 cm dan 20 cm warna merah. Di kepala patok yang berwarna merah tersebut dicatumkan label seperti patok induk.

B. Jarak Tanam dan Mengajir

Jarak tanam tergantung dari jenis/tipe tanah dan jenis bibit. Rekomendasi beberapa institusi penghasil benih mengenai pola tanam umumnya 136 pokok/ha (9,2 m x 9,2 m x 9,2 m) untuk tanah mineral dan 150 pokok/ha (8,8 m x 8,8 m x 8,8 m) untuk tanah gambut.

Pemancangan dimaksudkan untuk memberikan tanda-tanda guna pembuatan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang telah direncanakan.  Selain itu, pemancangan juga digunakan sebagai pedoman untuk pembuatan jalan, parit,  teras/tapak kuda, dan penanaman kacang-kacangan penutup tanah.

Tahap awal yang harus dilakukan untuk membuat perencanaan dalam menentukan titik tanam yaitu melakukan pancang tanam areal datar sampai berombak, pancang tanam areal berbukit dan penanaman pada teras`dan tapak kuda. Pancang tititik tanam dilakukan sesudah dibuat layout MR dan CR, agar arah barisan tanaman dapat dibuat rapi.   Untuk mengetahui cakupan kegiatan pancang tanam pada kelapa sawit   sebaiknya diketahui pengertian hal tersebut.

Persiapan dan Pemancangan

  • Dilakukan setelah selesai pembukaan lahan
  • Pedoman arah barisan (U-S)
  • Pemancangan dilakukan sesuai dengan jarak tanamnya (Sistem segitiga sama sisi).

Jarak Tanam (m)

Jarak Antar Barisan (m)

Jumlah Pohon/Ha

Keterangan

(Untuk Menanam Bahan Tanam)

9,0

7,80

143

Berpelepah pendek

9,4

8,14

130

Batang besar, Pelepah panjang

9,5

8,22

128

Batang besar, Pelepah panjang
  • Jarak antar barisan = 0.86 x jarak tanam
  • Bahan/alat pancang: pancang tanaman dibuat dari bambu kecil panjang 1 m;pancang kepala panjang 2,5 m dicat bagian atasnya
  • Kawat diameter 2-3 mm sebanyak 2 utas masing-masing sepanjang 100 m.  Tiap-tiap kawat diberi tandan  sebagai berikut :
    1. Kawat I : diberi tanda tiap jarak tanam  (misal 9); ujung ditambah 4,5 m untuk mengukur jarak pancang hidup & mati
    2. Kawat II :  diberi tanda jarak antar baris yaitu tiap 7,8 m.
Gb. Pemancangan Lahan Datar

Gb. Pemancangan Lahan Datar

Gb. Pemancangan Teras Kontur

Gb. Pemancangan Teras Kontur

C. Pembuatan lubang Tanam

Tata urutan penanaman kelapa sawit mencakup pekerjaan membuat lubang tanam, pemberian pupuk dasar, dan menanam bibit ke dalam lubang yang telah disiapkan. Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanis dengan menggunakan alat  post hole digger . Sistem tanam yang dianjurkan yaitu membuat lubang tanam 1 bulan sebelum tanam. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemasaman tanah dan mengontrol ukuran lubang yang dibuat. Pengontrolan ukuran ini perlu dilakukan karena ukuran lubang tanam merupakan salah satu aspek penting dalam perkebunan kelapa sawit.  Selain untuk tempat meletakkan bibit di lapangan, pembuatan lubang tanam juga bertujuan untuk menggemburkan struktur tanah sehingga penyerapan unsur hara yang diberikan (pupuk) menjadi lebih cepat dan mudah tersedia bagi tanaman. Lubang tanam yang disarankan yaitu (90 x 90 x 60) cm-panjang 90 cm, lebar 90 cm dan dalam 60 cm-dengan dinding lubang tanam yang tegak lurus. Prestasi kerja untuk membuat lubang tanam yaitu 15-25 lubang/HK.

 

D. Pemupukan Lubang Tanam

Dosis pupuk per lubang yang digunakan pada saat penanaman kelapa sawit yaitu 125 gram TSP (tanah mineral) atau 250 gram RP (tanah gambut).  Pupuk TSP atau RP tersebut dicampur dengan top soil, kemudian dimasukkan ke dalam Iubang tanam. Untuk menjamin semua lubang diberi pupuk dengan dosis yang tepat, setiap bibit diecer ke lubang tanam dilengkapi dengan untilan pupuk TSP atau RP sesuai dosis rekomendasi.

 

E. Penanaman Penutup Tanah

Kegiatan  penanaman  tanaman tanaman penutup  tanah (legume cover crop plan, LCP)  dilakukan dilakukan sebelum kegiatan penanaman kelapa sawit.  Adapun tujuan penanaman LCP ini adalah:

  1. Mengendalikan erosi (dengan melindungi tanah dari hujan lebat dan sinar matahari langsung).
  2. Memperbaiki kondisi tanah (dengan menyediakan mulsa bahan organic.
  3. Mengurangi temperatur tanah, infiltrasi air yang lebih cepat, dan mengurangi aliran permukaan.
  4. Merangsang berkembangnya tumbuhan/hewan makro dan mikro  pada  tanah.
  5. Menyediakan N hasil fiksasi N  dari udara (<300 kg N/ha/tahun).
  6. Pengendalian hama (menghambat kumbang tanduk untuk berkembang pada batang kelapa sawit yang ditumbang).
  7. Pengendalian gulma akibat adanya kompetisi dengan LCP.

F. Penanaman 

Sehari sebelum penanaman, bibit sudah diecer ke dalam blok bersama-sama dengan kantong yang berisi 150 g pupuk TSP dan 300 g pupuk  Meister . Pemberian pupuk posfat pada dasar dan dinding lubang tanam dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan akar. Sebelum dilakukan penanaman, Iubang tanam harus ditimbun dengan lapisan tanah lapisan atas yang sudah dicampur  dengan pupuk.  Supaya penanaman bibit jangan terlalu dalam (terbenam) maka ketinggian tanah sewaktu penimbunan pertama ini harus dikontrol agar kedalamannya masih tersisa sekitar 35 cm lagi. Pengontrolan dapat dilakukan dengan bambu atau besi beton berdiameter 3/8″ dengan panjang 35 cm.

Setelah lubang tanam ditimbun dan kedalamannya tinggal sekitar 35 cm (sesuai dengan tinggi tanah dalam polibag), kantong plastik dikoyak dengan pisau, kemudian diletakkan dengan hati-hati ke dalam lubang. Sebelum ditimbun, posisi bibit harus diatur (di”senter”) sehingga daunnya menghadap ke arah tiga jurusan (sistem mata lima). Penimbunan dilakukan dengan lapisan tanah bawah yang sudah dicapur dengan pupuk dan  diinjak-injak sampai padat sehingga timbunan tanah tersebut persis sejajar dengan leher akar dan tanaman dapat tegak berdiri. Perlu diperhatikan, agar bola- tanah bibit jangan sampai terinjak (pecah) sehingga dapat terjadi “patah pinggang”. Norma prestasi menanam berkisar 20-30 pokok/HK.

Kesalahan-kesalahan yang harus dihindari pada penanaman kelapa sawit sebagai berikut:

  • Bibit ditanam terlalu dalam.
  • Bibit ditanam terlalu tinggi.
  • Bibit ditanam miring/tidak tegak.
  • Tanah pada polybag (bola tanah) dipecah dan dibuang.
  • Polybag dipotong dan ditinggal di dalam lubang.
  • Polybag tidak dibuka sebelum ditanam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s